Jumat, 25 April 2014

Karya Ilmiah

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
Bandung Trade Mall adalah sebuah bangunan yang dibangun di atas lahan Pemerintah Kota Bandung atau tepatnya bekas area pasar tradisional Cicadas baru sebagai pusat belanja  yang berlokasi di Jalan Ibrahiem Adjie no. 47.
Peletakan batu pertama pembangunan Bandung Trade Mall dilaksanakan oleh Walikota Bandung Dada Rosada. Dan peresmian beroperasionalnya dilaksanakan dua tahap, pertama peresmian Pasar Cicadas pada tanggal 15 Maret 2008 dan peresmian beroperasional Mall pada tanggal 13 Mei 2009.
Dalam pelaksanaannya pengelolaan Bandung Trade Mall terdiri 2 bagian.
1.      Pasar tradisional yang terletak dilantai basement  dikelola oleh PD Pasar Pemerintah Kota Bandung
2.      Area mall yaitu lantai 1 sampai lantai 3 yang dikelola oleh PT.MTK  (Marga Tirta Kencana )
Jadi dalam menjalankan kegiatannya sehari – hari management Bandung Trade Mall berada dalam struktur organisasi  PT. Marga Tirta Kencana yang  berpusat di Jalan BKR No. 138A – 138B Bandung.
PT. Marga Tirta Kencana adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang developer property, kontruksi, dan lain - lain. Perumahan yang telah berhasil dikembangkan oleh PT.MTK diantaranya : Taman Cibaduyut Indah , Permata Biru, Permata Kopo, Permata Cincin, Bojong Malaka dan yang baru – baru ini di kembangkan adalah Perumahan Batu Permata yang terletak di Jalan Terusan Buah Batu Bandung.
Perusahaan yang sekarang dipimpin oleh Bpk. Edi Wijaya sebagai Direktur Utama dan juga pemilik saham tunggal  di PT. Marga Tirta Kencana asal mulanya  berpusat di Kota Bogor, dan Bpk Edi Wijaya sendiri dahulunya hanya seorang pedagang toko besi di daerah Pangalengan.
Oleh karena selama berdagang bahan bangunan sering memenuhi kebutuhan – kebutuhan para kontraktor bangunan Bpk. Edi Wijaya ditawari  oleh PT. Marga Tirta Kencana yang berpusat di Bogor  dan akan membuka cabang di Bandung untuk menjadi pengelola PT. Marga Tirta Kencana Bandung. Karena keuletan dan ketekunannya dalam menjalankan usahanya sebagai pengembangan perumahan, Bapak Edi Wijaya berhasil menjadikan PT. MTK Bandung lebih berkembang dari  pada kantor pusatnya sendiri, dan akhirnya saham kepemilikan PT. Marga Tirta Kencana dikuasai penuh oleh Pak Edi Wijaya hingga sekarang.

2.2 Struktur Organisasi
            Untuk memahami kebutuhan sistem dari suatu perusahaan, yang pertama kali perlu dilakukan oleh perancangan sistem informasi  adalah dari penganalisaan struktur organisasi perusahaan tersebut. Hasil dari penganalisaan ini akan mengetahui prosedur kerja, fungsi – fungsi dari bagian – bagian, yang akan terlibat dengan sistem yang akan di bangun, Sehingga permasalahan yang dihadapai khususnya di Departemen Engineering dalam sistem informasi dapat dipahami dengan penganalisaan struktur organisasi. Karena keterbatasan informasi struktur organisasi PT. Marga Tirta Kencana (PT.MTK)maka yang dapat disampaikan adalah struktur organisasi divisi Bandung Trade Mall,

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Bandung Trade Mall

2.3  Hak dan Wewenang
Adapun hak dan wewenang dari masing-masing bagian yang tercantum dalam struktur oerganisasi, yaitu sebagai berikut :
1.      Direktur Utama
Pemilik saham tunggal atau owner
2.      HRD dan Legal
Bertugas untuk perekrutan dan penempatan karyawan di tiap departemen
3.      Manager Bulding
Bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama mengenai pengelolaan gedung Bandung Trade Mall
4.      Manager Properti
Bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama mengenai pemasaran properti Bandung Trade Mall ( Marketing Property )
5.      Manager Keuangan
Bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama mengenai  pengelolaan keuangan Bandung Trade Mall
6.      Departemen Sipil / Umum
Dipimpin seorang koordinator dan bertanggung jawab dalam pengelolaan, perawatan dan perbaikan sipil atau bagian umum yang ada di gedung Bandung Trade Mall
7.      Departemen Engineering
Dipimpin seorang koordinator dan bertanggung jawab dalam pengelolaan, perawatan dan perbaikan mekanikal dan elektrikal yang ada di gedung Bandung Trade Mall
8.      Departemen Marketing
Dipimpin seorang koordinator dan bertanggung jawab mengenai pemasaran ( Marketing ) bandung Trade Mall
9.      Event
Berada dibawah koordinasi departemen marketing yang bertugas dalam pengelolaan acara-acara di Bandung Tarade Mall
10.  Promosi
Berada dibawah koordinasi departemen marketing yang bertugas mempromosikan kegiatan-kegiatan yang ada di Bandung Trade Mall.
11.  Tenant Koordinator
Berada dibawah koordinasi departemen marketing yang bertugas mengkoordinasi para tenant atau penyewa kios
12.  Departemen Keuangan
Bertanggung jawab sebagai pengelolaan keuangan di Bandung Trade Mall
13.  Kasir
Berada dibawah koordinasi departemen keuangan  yang bertugas sebagai penerima keuangan di Bandung Trade Mall
14.  AR
Berada dibawah koordinasi departemen keuangan  yang bertugas sebagai pengelolaan tagihan penyewa atau tenan di Bandung Trade Mall.
15.  Purchasing
Berada dibawah koordinasi departemen keuangan  yang bertanggung jawab atas perlengkapan yang dibutuhkan di bandung Trade Mall.
16.  Cleaning Service
Bertanggung jawab atas kebersihan gedung yang ada di Bandung Trade Mall
17.  Parkir
Sebagai pengelola dan bertanggung jawab atas kendaraan-kendaraan yang ada di dalam Bandung Trade Mall
18.  Scurity
Sebagai pengamanan suatu gedung yang ada di Bandun Trade Mall

2.4       Lokasi Perusahaan
            Bandung Trade Mall (BTM) terletak di Jalan Ibrahiem Adjie no. 47. Adapun lokasi petanya adalah sebagai berikut :








           

Gambar 2.2. Lokasi Perusahaan





makalah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah
Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Sebagai salah satu kota tujuan wisata di Bandung banyak dibangun gedung – gedung bertingkat  yang digunakan untuk hotel, kantoran dan pusat belanja. Bandung Trade Mall adalah salah  satu  bangunan yang didirikan di wilayah Bandung Utara, tepatnya daerah Cicadas Jalan Ibrahiem Adjie no. 47. Dimana didalamnya terdapat pusat belanja  dan pasar tradisional.
Sebagai gedung  yang besar Bandung Trade Mall  sudah  difasilitasi dengan sarana  modern sebagai pusat belanja atau mall dan pasar tradisional yang terdapat di basement bangunan. Gedung yang telah dilengkapi dengan beberapa equipment seperti  Elevator, Escalator, Air Conditioner, Hydrant,  Genset  dan lain –lain. Oleh karena itu diperlukan beberapa orang ahli yang ditempatkan dalam menangani perbaikan dan perawatan sarana gedung tersebut.
Di management Bandung Trade Mall yang menangani perbaikan dan perawatan sarana  tersebut adalah Departemen Engineering,  dimana tugas utamanya ( Jobs Desk ) melakukan perawatan dan perbaikan Mekanikal dan Elektrikal.
 Dalam melaksanakan tugasnya Departemen Engineering banyak berkoordinasi dengan department lainnya seperti sipil, marketing, keuangan dan wajib memberikan laporan setiap pekerjaannya yang telah dikerjakan  ke Building Manager.
Oleh karena itu dalam melaksanakan tugasnya Departemen Engineering memerlukan sebuah sistem informasi yang cepat, tepat, akurat dan update  untuk membantu dalam berkoordinasi baik secara internal maupun external.
Dengan Adanya sistem aplikasi yang telah dibuat dengan berbagai penelitian dan studi lapangan maka aplikasi tersebut belum cukup untuk mencakup seluruh sistem yang ada di mall tersebut. Dengan pengembangan yang akan dikembangkan saat ini semoga dapat tercakup semua sistem dan menjadi lebih sempurna.
Namun system yang ada di Bandung Trade Mall masih belum client server, maka di lakukanlah beberapa penelituan dan pengamatan untuk menunjang kelancaran pembuatan program berbasis data client server. Dengan beberapa pengamatan dan penelilian maka dibuatlah judul sebagai Tugas Akhir.
Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan diatas maka dirumuskanlah judul laporan Tugas Akhir “ Pengembangan Sistem Informasi “Pencatatan Laporan Pekerjaan Pada Departemen Engineering” Berbasis Client Server “ .

1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan paparan diatas dan penelitian yang telah dilakukan, maka permasalahan yang dihadapi dalam Pengembangan Sistem Informasi “Pencatatan Laporan Pekerjaan Pada Departemen Engineering Berbasis Client Server” dapat diidentifikasi sebagai berikut :
a.       Pengolahan data base masih berdiri sendiri (Stand Alone) belum bisa terkoneksi ke sebuah jaringan komputer.
b.      Keamanan data masih belum begitu aman, karena datanya berada di departemen itu sendiri.
c.       Data yang terhubung oleh departemen masih berupa print out atau manual.
d.      Belum bisa terkoneksi jaringan antar satu perusahaan.
e.       Bagaiman data pelanggan dapat didata dengan baik dan dapat dijaga keamanannya.
f.       Bagaimana para pelanggan listrik dan air bersih pada departemen keuangan dapat segera diketahui untuk ditindak lanjuti.

1.3. Batasan Masalah
Mengingat banyaknya masalah yang timbul dalam perancangan sistem informasi di Departemen Engineering, maka permasalahan dibatasi ke ruang lingkup yang lebih spesifik agar perancangan sistem dapat dibangun dan diaplikasikan secara nyata. Maka batasan masalah Laporan Tugas Akhir ini adalah:
a.       Mendata data pelanggan
b.      Mendata data kios
c.       Mendata data telepon
d.      Mendata data listrik
e.       Mendata data air bersih
f.                               Mendata laporan pelanggan



1.4.Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat penelitian yang dilaksanakan di Bandung Trade Mall adalah sebagai berikut :

1.4.1 Tujuan
Adapun tujuan dari perancangan sistem informasi diatas yaitu :
a.       Mengembangkan sistem informasi Pencatatan Laporan Pekerjaan Pada Departemen Engineering di Bandung Trade Mall menjadi sistem informasi yang sistematis.
b.      Memudahkan  Departemen Engineering dalam memberikan laporan – laporan dan pengkoordinasian dengan departmen lain.
c.       Dengan sistem informasi yang lebih baik serta update dan akurat,  akan menjadikan Departemen Engineering lebih tanggap dalam menangani permasalahan yang terjadi dibagian mekanikal dan elektrikal .

1.4.2 Manfaat
Adapun manfaat dari pengembangan ini adalah :
a.       Bagi Penulis
Bagi penulis, pengembangan ini menjadi salah satu masukan dan pembelajaran yang bermanfaat dari rangka memanpaatkan teknologi informasi komputer yang didapat dari teori dan praktek matakuliah yang diajarkan serta mengimplementasikan pada dunia nyata yaitu masyarakat. 
b.      Bagi Pembaca
Sebagai bahan epaluasi untuk mengukur ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa atau mahasiswi. Untuk mengetahui sejauh mana peranan komputer dalam permasalahan yang dihadapi serta masalah apa saja yang sebaiknya ditangani dengan komputer.

1.5.Metode Penelitian
Adapun metode-metode yang ditempuh untuk menyelesaikan pembuatan Laporan Magang Industri adalah :

1.5.1 Metode Pengumpulan Data
1. Studi Lapangan :
  1. Observasi yaitu melakukan penelitian atau pengamatan secara  langsung berhubungan dengan permasalahan yang ada.
  2. Wawancara yaitu mengadakan tanya jawab dengan nara sumber dari Departemen Engineering atau departmen lainnya  yang berhubungan untuk kebutuhan berkoordinasi pekerjaan.
2. Studi Literatur 
Yaitu melakukan pengumpulan data yang akan dilakukan dengan mempelajari berbagai sumber buku yang dijadikan sebagai gambaran dari penulisan Laporan Magang industri ini.



1.5.2 Metode Pengembangan Sistem
Teknik analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan pemodelan waterfall serta paradigma perangkat lunak metodologi berorentasi objek, berikut gambaran mengenai model waterfall dan metodologi berorientasi objek.

1.5.2.1 LiModel Air Terjun / Waterfall Model
Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement.
      Pengembangan sistem informasi tersebut dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :
Gambar 1.1 Metode Waterfall
Sommerville, Pearson Eucation, Software Enggineering 2007, 7th edition
1.      Requirements analysis and definition: Mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Fase ini harus dikerjakan secara lengkap untuk bisa menghasilkan desain yang lengkap.
2.      System and software design: Desain dikerjakan setelah kebutuhan selesai dikumpulkan secara lengkap.
3.      Implementation and unit testing: desain program diterjemahkan ke dalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah ditentukan. Program yang dibangun langsung diuji baik secara unit.
4.      Integration and system testing: Penyatuan unit-unit program kemudian diuji secara keseluruhan (system testing).
5.      Operation and maintenance: mengoprasikan program di lingkungannya dan melakukan pemeliharaan , seperti penyesuaian atau perubahan karena adaptasi dengan situasi sebenarnya.
Masalah dengan waterfall :
  • Perubahan sulit dilakukan karena sifatnya yang kaku.
  • Karena sifat kakunya, model ini cocok ketika kebutuhan dikumpulkan secara lengkap sehingga perubahan bisa ditekan sekecil mungkin. Tapi pada kenyataannya jarang sekali konsumen/pengguna yang bisa memberikan kebutuhan secara lengkap, perubahan kebutuhan adalah sesuatu yang wajar terjadi.
  • Waterfall pada umumnya digunakan untuk rekayasa sistem yang besar dimana proyek dikerjakan di beberapa tempat berbeda, dan dibagi menjadi beberapa bagian sub-proyek.

1.6.Tempat dan Waktu Penelitian
Waktu dari penelitian dilaksanakan di Bandung Trade Mall, tepatnya di Jl. Ibrahim Adjie no. 47 .dan oleh karena keterbatasan waktu, maka waktu penelitian ini dilakukan terhubung mulai tanggal 04 September 2013 sampai dengan selesi.


1.7.Sistematika Penulisan
Maksud dan tujuan dari sistematika penulisan adalah agar pembaca dengan mudah mengikuti serta memahami isi dari pembahasan laporan Tugas Akhir ini, adapun sistematika penulisannya:
BAB 1 PENDAHULUAN
Berisi Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah ,Tujuan dan Manfaat, Metodologi Penelitian, Tempat dan waktu penelitian termasuk sistematika penulisan didalamnya.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Berisi sejarah singkat perusahaan,struktur organisasi,Hak dan wewenang,serta Lokasi Perusahaan.
BAB III LANDASAN TEORI
Berisi dasar – dasar teori yang berkaitan dengan ini Laporan berdasarkan permasalahannya yang diambil,dasar – dasar teori ini disadur dari berbagai sumber buku.
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini menjelaskan mengenai bagian dari analisis sistem. Yang didalamnya berisi tentang analisis kebutuhan sistem, model data dan proses perangkat lunak serta kelemahan dan keuntungan sistem yang dirancang.
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini merupakan implementasi dari program yang telah dibuat dan menganalisis program tersebut.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bersisikan tentang hal – hal penting yang dapat diambil dari seluruh pembahasan yang telah diuraikan, serta beberapa saran yang mengacu pada perangkat lunak yang dapat bermanfaat bagi perusahaan. Dimana uraian dari penulis mulai dari bab I sampai bab V dan memberikan saran – saran dan masukan untuk pengembangan suatu sistem yang lebih baik.

LAMPIRAN

Berisikan hal – hal atau informasi yang mendukung bab – bab sebelumnya. Misalnya data, tabel, gambar, listing program, dan berisikan tentang hal – hal atau informasi yang mendukung data perusahaan.